Walijo: Apa itu Dzikir Kolbu, Bagaimana Cara Melaksanakannya?

Thursday, March 10, 2016

Apa itu Dzikir Kolbu, Bagaimana Cara Melaksanakannya?

Setelah kita membahas  Proses Berdzikir, Dzikir Lisan, Dzikir Nafas Selanjutnya kita akan membahas tentang Dzikir Kolbu.  Pada tahap ini yang berdzikir adalah hati, atau kolbu.  Supaya kolbu lebih "hidup" dalam arti dapat merasakan Kehadiran Illah, Robb.


Dalam menjalani Jalan yang Suci ini, kedudukan dzikir Kolbu adalah sangat  strategis karena pada tahap inilah kolbu benar-benar dilatih dan dipersiapkan untuk menerima Pancaran Nur Ilahi. Dan tentu saja untuk dipantulkan kembali, atas ijin Allah Ta'ala. Di awali dengan dzikir lisan, dzikir nafas,  baru kemudian kita  memasuki dzikir Kolbu. Ambil posisi yang nyaman, duduk atau tiduran juga boleh, diusahakan dalam melaksanakan nya untuk tidak bergerak sama sekali.


Kita dzikir lisan, kemudian Dzikir Nafas, perlahan-lahan bacaan nya kita ucapkan dalam hati seiring dengan irama nafas kita, jangan dipercepat ataupun diperlambat. Tidak ada batasan jumlah atau waktunya. Sampai Kolbu merasakan sesuatu yang sangat berbeda.


Latihan ini dilakukan berulang-ulang selama kurun  waktu tertentu dan harus dengan panduan seorang Guru atau Mursyid atau Pembimbing. Jika ada yang menyimpang atau tidak sesuai dengan arah tujuan dapat dengan segera diluruskan nya. Ingat satu hal Jika ada suara-suara yang mengaku sebagai si A atau nabi atau wali A, JANGAN PERCAYA karena itu pasti suara dari Iblis. Maka dari itu kita harus didampingi seorang Pembimbing yang Benar.


10 comments:

  1. gerakan kalbu itu kaya gimana sih? Maaf kalo pertanyaannya kaya kurang sopan. Tapi ini saya beneran nanya lho, bukan mengolok-olok... Terima kasih

    ReplyDelete
  2. nak tanya bunyi suara-suara saja atau bersama wajah ke ( wajah guru)tq.

    ReplyDelete
  3. ass wr wb
    saya ingin belajar tasauf
    kemana hendak saya pergi agar dapat menemui guru yg dapat membimbing saya menuju ridha-Nya?

    ReplyDelete
  4. datang ke Mursid atau pembimbing yang benar, jangan sampai salah memilih Mursid...
    semoga berhasil...

    ReplyDelete
  5. jangan dipercepat ataupun diperlambat, BERBAHAYA >~~~~ knpa kq bebahaya ??

    ReplyDelete
  6. Assalamu 'alaikum wr.. wb..
    Saya pernah diajari sama kakek tentang Semedi (bhs Jawa) dengan cara duduk bersila dengan konsentrasi penuh hanya kepada Allah, yaitu dengan cara sewaktu menarik nafas kita menyebut nama Gusti dan waktu keluarkan nafas kita menyebut Allah.....
    Apa ini bisa disebut dzikir qolbu ?
    Mohon jawabannya, terima kasih
    Wassalamu 'alaikum wr.. wb...

    ReplyDelete
  7. kang dateng pun kulo pados guru mursid waskito?

    ReplyDelete
  8. pilih guru yang tidak menyalahi hukum Allah, guru yang ikhlasmengajarakan ilmunya, tidak meminta imbalan/bayaran apapun karena Ilmu adalah Gratis... Semoga Allah memberi petunjuk kepada Mas Agus Rakhman

    ReplyDelete
  9. Al hamdulillah ada yg posting hal yg sangat positif....mohon maaf sebelumnya...''menurut saya dzikr qolbu untuk mencapai titik ''hu'' memang sulit...perlu waktu lama bahkan seumur hidup melaksanakannya....tidak dibatasi beberapa waktu....''apabila ada yg bs mencapai titik '''hu'' dlm tempo yg singkat itu merupakan barokallah dan memperoleh hidayah

    ReplyDelete
  10. amaliyah ibarat suatu praktik dr teori (syariat) karena
    masih samarnya jalan yg akan dilalui maka sangat
    dibutuhkan pembimbing(mursyid) yg mana
    merupakan seorang yg telah sempurna laku syariat &
    hakikatnya(insan kamil) yg sudah sepi dr pamrih
    duniawinya sehingga bimbingannya benar2 telah ikhlas karena ALLOH semata,mursyid ini bukannya
    mengangkat diri atau diangkat oleh orang,melainkan
    telah menerima amanah(secara sirri) dr ALLOH S.W.T.
    utk melanjutkan tugas nabi Muhammad s.a.w(ulama
    pewaris) guna membimbing manusia kepada
    sempurnanya iman & ahlak yg mulia,secara makna lafadz ” waliyan mursyidan ” bisa dibaca &
    direnungkan di dlm Al Qur’an surat Al Kahfi ayat 17,
    Trimakasih kang walijo tulisan2nya insyaALLOH
    manfaat,moho maaf bukan maksud
    menggurui,hamba yg penuh dosa ini hanya mampu
    menyampaikan apa adanya,sekaligus ijin copas beberapa artikelnya kang walijo,makasih.

    ReplyDelete