Walijo

Wednesday, April 6, 2016

Puisi Cinta Ilahi Ibnu Faridh Yang Menyentuh Qolbu

Puisi Cinta Ilahi Ibnu Faridh, Puisi Cinta Ilahi adalah corak dari puisi puisi dari Sufi Ibnu Faridh, Diantara banyak puisi puisi Ibnu Faridh, Puisi cinta ilahi Ibnu Faridh,Abu Yazid al-Busthami,al Busthomisalah satu yang mengungkapkan ketersingkapan Kolbunya adalah:


O Samiri !  Roh Makkah adalah rohku; Pujilah andaikan kau ingin bahagiakan aku;  Di situ Akrabku dan mi'raj suciku; Maqom Ibrohim tempatku dan di situ tersingkap kalbuku;


Tuesday, April 5, 2016

Imam Ghozali, Mengenal Allah

Imam Ghozali memiliki karya yang sangat terkenal, yaitu Ihya' Ulumuddin, sel ain itu dia pula mempunyai karya yang lain: "Munqid min Dhalal, Maqashid Falasifah, Tahafut Falasifah, Iqtishad fi I'tiqad, Jam Awam'an 'Ilm Kalam, Mi'yar 'Ilm, Al-Mustashfa (ushul Fiqh), Minhaj "Abidin, Kimia' Sa'adah, Risalah Laduniyyah, Misykat al-Anwar, Madhmun bih 'ala Ghair Ahlil, Maqshid Asna fi Syarkh Asma' Allah al-Husna, dll. Karya Imam Ghozali sangat banyak  dan semuanya bermanfaat. Sementara menurut Ibn Khallikan Ihya' Ulumuddin dipandang sebagai karya Imam Ghozali yang paling bagus serta luas.

Syeh Ahmad Badawi 40 hari Tidak Makan dan Minum

Thoriqot Ahmadiyyah didirikan oleh Syeh Ahmad Badawi ( lahir 596 H, meninggal dunia 675 H ). Dia lahir di Marocco, pergi ke Makkah, lalu ke Mesir dan menetap di kota Thandtha ( Thantha), sepeninggal Syeh Ahmad Badawi, kepemimpinan Tariqoh Ahmadiyyah  di pegang muridnya 'Abdul Muta'al al-Anshari ( meninggal dunia tahun733 H ).Syeh Ahmad Badawi,ahmad badawi

Monday, April 4, 2016

Tanda Tanda Kiamat Yang Sangat Mengerikan

Tanda tanda Kiamat  terbagi menjadi 2 macam, yaitu tanda-tanda yang Sughro (kecil) dan tanda-tanda yang Kubro (besar). Jika peristiwa-peristiwa yang menjadi tanda-tanda kecil sudah terjadi maka akan datang kemudian peristiwa dalam tanda-tanda yang besar, baru setelah itu hari kiamat benar-benar terjadi….Tanda tanda kiamat,sifat allah,bulan muharrom,syariat islam
Tanda-tanda hari kiamat yang merupakan Tanda tanda Kiamat  yang Sughro (kecil), adalah :

Sunan Bonang, Makdum Ibrahim

Sunan Bonang dilahirkan pada tahun sekitar 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Rembang.


Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M, dan saat ini makam aslinya berada di Desa Bonang. Namun, yang sering diziarahi adalah makamnya di kota Tuban. Lokasi makam Sunan Bonang ada dua karena konon, saat beliau meninggal, kabar wafatnya beliau sampai pada seorang muridnya yang berasal dari Madura. Sang murid sangat mengagumi beliau sampai ingin membawa jenazah beliau ke Madura.

Friday, April 1, 2016

Rabiah al Adawiyyah : Kisah dan Jatidiri

Rabiah al Adawiyyah nama lengkapnya adalah Ummul Khair Rabiah binti Isma'il al-Adawiyah al-Qisiyyah. Dia lahir di Bashrah, lalu hidup sebagai hamba sahaya di keluarga 'Atik , Muslim yang kaya dan banyak uang . dikisahkan dari beberapa riwayat yang menghubungkan Rabiah Adawiyyah dengan Hasan al-Bashri. Tapi masalahnya Rabiah meninggal pada tahun 185 H, Hasan al-Bashri meninggal pada tahun 110 H, sedangkan menurut riwayat yang lain pula, umur Rabiah Adawiyyah mencapai 80 tahun. Maka tidak logis umur lima tahun Rabiah sudah menempuh jalan zuhud.rabiah,Rabiah Adawiyyah,Rabiah al Adawiyyah


Diriwayatkan dalam Kasyf  al-Mahjub karya al-Hujwiri:  "Suatu ketika aku

Thursday, March 31, 2016

Nur Ilahiyyah, Cahaya di atas Cahaya

Tentang Cahaya di atas Cahaya terdapat dalam Surah an Nur ayat 35 – 38.

Allah (memberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan (bintang yang bercahaya) seperti mutiara yang menyalakan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah baratnya yang minyaknya saja menerangi walaupun tidak disentuh api.Nur Ilahi,tafsir mimpi


Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis) Allah membimbing kepada cahayanya, siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan pada waktu petang, lelaki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah dan dari mendirikan solat dan dari membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari (yang dihari itu) Hati dan penglihatan menjadi goncang. Mereka yang mengerjakan demikian itu supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan, dan supaya Allah menambahkan kurnianya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki pada siapa yang dikehendakinya.” (An-Nur: 35-38)