Walijo: Metode untuk Makrifat dengan Tuhan

Sunday, May 3, 2015

Metode untuk Makrifat dengan Tuhan

Metode untuk Makrifat dengan Tuhan   Dalam Surat Al-Kahfi ayat 110, Allah berfirman:  "Maka barang siapa yang ingin menemukan Allah, maka hendaklah ia mengerjakan amalan baik dan janganlah ia mempersekutukan siapapun dalam beribadah kepada Allah."


Ayat di atas itulah yang  menjadi pegangan mereka untuk mencapai tujuan ber makrifat dengan Tuhan . Para sufi menempuh berbagai  metode yang membawa mereka pada kondisi berpadu dengan Tuhan atau makrifat dengan Tuhan.


Makrifat,al hikam,Dzikir Nafas

Untuk mencapai Hakekat (liqa) bermakrifat dengan Tuhan, Kaum Sufi  mengadakan kegiatan batin, riadhah/latihan dan mujahadah/perjuangan rohani. Perjuangan seperti ini dinamakan suluk, dan yang mengerjakannya dinamakan salik. Liqa Allah menjadi perhatian utama para sufi, seperti halnya Imam Ghozali membawa pengikutnya kepada Liqa bertemu dengan Tuhan/ makrifat dengan Tuhan ,


Metode yang para tersebut adalah:




  • Hulul (Tuhan menjelma ke dalam Insan) seperti ajaran Al-Hallaj. Katanya: "keinsananku tenggelam ke dalam Ketuhanan-Mu, tetapi tidak mungkin percampuran, sebab Ketuhanan-Mu itu senantiasa menguasai akan Keinsananku".

  • Al-Isyraq ( Cahaya dari segala cahaya), seperti ajaran Abul Futuh Al-Suhrawardi. Beliau berkata, "Tujuan segala-galanya satu juga,  yaitu menuntut Cahayanya kebenaran dari Cahaya segala cahaya, yaitu Allah.

  • Ittihad ( Tuhan dan hamba berpadu menjadi satu), seperti ajaran Abu Yazid Bustami, Beliau berkata, " Kami telah melihat Engkau maka Engkaulah itu, dan aku tidak ada disana".

  • Ittisal (Hamba dapat menghubungkan diri dengan Tuhan) dan menentang faham Hulul dari al-Hallaj.

  • Wihdatul Wujud (Yang ada hanya satu) seperti ajaran Ibnu Araby, beliau berkata, "Al-Abidu wal Makbudu Wahidun" Yang menyembah dan yang disembah itu Satu.

  • Metode menurut Imam Ghozali, bahwa Wujud Tuhan meliputi segala Wujud. Tidak ada Wujud melainkan Allah dan perbuatan (ciptaan) Allah.  Allah dan perbuatannya adalah dua bukan satu. Alam ini adalah makhluk dan bukti adanya Khalik.


Walau para Sufi  menggunakan metode yang berbeda, tetapi pada akhirnya metode mereka itu dapat mengantarkannya pada kondisi Makfifat .

14 comments:

  1. Sangat tidak mungkin manusia bisa bersatu dengan Allah SWT, maksud ayat tersebut adalah menemui Allah SWT di akhirat nanti kalau masuk surga, bukan didunia ini. Kan jelas disuru berbuat amal baik dan jangan syirik dalam beribadah kepada Allah, bukan menyuruh manusia agar "temuilah Allah didunia". nabi aja mau bertemu dgn Allah harus isra mi'raj, apa ada hadis sahih yg mengatakan bahwa nabi pernah wihdatul wujud dengan Allah? Kalian hanya berpegang dengan imam2 sesat seperti Abdul Qadir Jaelani, Ibnu Arabi, Al Hallaj dan Imam Ghozaly, yg terakhir ini bermaksud mau meluruskan Tasawuf dari bid'ah, tapi akhirnya terbawa arus, walau gak separah AQJ yg bisa juga disebut sebagai Bapak Tasawuf.
    Kembalilah kepada Al Qur'an dan Hadis Shahih Rasulluloh SAW.

    ReplyDelete
  2. he he he....ya seperti inilah yang saya kuatirkan... bagi yang pengetahuannya belum sampai pada tingkatan tertentu;;;;
    akan muncul perbedaan pendapat yang berlarut-larut, bahkan ada yang menganggap jelek terhadap sesuatu perbuatan atau metode ibadah( pendekatan diri kepada Sang Khaliq )subhanallah....
    tidak ada manusia di dunia ini yang paling benar baik syariat maupun seterusnya. kita semua masih belajar, marilah saling menghormati sesama orang yang belajar. subhanallah....

    ReplyDelete
  3. Ilmu makrifat ternyata sangat luas ya... dari blog ini jadi banyak tau. trims

    ReplyDelete
  4. ilmu ALLOH itu ibabarat seorang musafir yg kehausan lalu mencelupkan satujarinya ke air laut dan mengangkatnya.,itu artinya air laut yg terbawa oleh jari tsbt itulah ilmu yg diberikan oleh ALLOH pd manusia.dari itu berhati hatilah jangan merasa diri cukup apalagi dlm bab masalah ketuhanan.selami dulu dasar lautan engkau akan tau seperti apa mutiara itu.,,sebelum engkau menyesatkan orang lain.

    ReplyDelete
  5. melihat Allah. Wah musryk jikan kata itu ditelan menta seperti @tony. Melihat Allah itu dgn pandangan qolbu yaitu dgn melihat tanda2nya bukan wujudny,sebab Tuhan tdk dpt di indrakan, tanda2nya yaitu ayat sbagai tanda bukti, alam(alima)yg diketahui. Dn tanda org mengenal Allah tutur bahasa menghalus, mencari kebenaran kmanapun kaki melangkan, mnghargai org lain dll.sebab kbnrn yg kita msng2 yakini hnyalh klaim belaka, kebenaran hakiki hny milik Allaah.(sbagian dari ajaran tasawuf)

    ReplyDelete
  6. sangat tidak mungkin orang wahaby memahami suni bgtu jg sbaliknya. pun sulit sekali ahli syri`at memahami tasawuf.krn dlm al quran surat al kahfi sdh di terangkan tentang kisah nabi khidir dan nabi musa as.

    ReplyDelete
  7. SSSSTTTTT..............diamlah!!!! renungkan lah dalam hening bukan dalam nafsu kedirian

    ReplyDelete
  8. semakin terasa mengecil diri ini apa lagi yg perlu disombongkan kita sebagai insan atau hamba hanya bisa berharap untuk menjadi lebih baik dihadapanNYA..

    ReplyDelete
  9. laa ilaaha illallah,walaa na'budu illaa iyyaahu,muhlishiina lahuddina walau karihal kafirun....

    ReplyDelete
  10. @toni. Jangan menghujat harusnya jika tdk suka bantulah dengan memberi penjelasan yg baik tidak menghujat.sesama muslim tdk boleh saling serang HARAM. Cobalah kita semua pikir, tubuh dan nyawa adalah pinjaman allah, lalu kita dimana??? Jawabnya akal, jika kita bisa membedakan yg ini dan itu, baik dan buruk itulah DIRIMU.berarti jika tubuh sholat = ....... Semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  11. Atikal yang menambah ilmu

    ReplyDelete
  12. Saya minat pada usulludin, inshaallah,

    ReplyDelete
  13. jangan mencela atau menghardik yg tidak kalian tau. .
    intropeksi diri sendiri,apakah sudah benar yg kalian lakukan terhadap perintah ALLAH SWT dan Sunnah Rasul??

    ReplyDelete